Headline News

Begini Klarifikasi Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Soal Bendungan Ameroro Uepai

Avatar
925
×

Begini Klarifikasi Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Soal Bendungan Ameroro Uepai

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Foto Dena kerusakan bendungan yang sebenarnya oleh Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari

KENDARI, SULTRASATU.COM – Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Begini Klarifikasi Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Soal Bendungan Ameroro Uepai berbagai berita di media terkait ambruknya Bendungan Ameroro di Kecamatan Uepai.

Menurut Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari melalui IM selaku PPK membantah ambruknya bendungan tersebut.

“Berita yang beredar di media online tentang ambruknya Bendungan Ameroro itu tidak benar, ada berapa poin kami akan jelaskan,” ucapnya saat mengklarifikasi.

Menurut penjelasan PPK, ada 6 poin yang harus di jelaskan ke publik terkait yang terjadi sebenarnya.

BACA JUGA:  Pemda Konut Bersama PT. Putri Dewani Mandiri Selengarakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Kinerja Pemdes

Pertama, longsor terjadi pada hari selasa, 12 September 2023 pada pukul 15.46 WITA, bukan terjadi hari rabu tanggal 13 september 2023.

Kemudian kedua, pada bagian yang longsor tersebut adalah tebing sisi luar sebelah kiri dari Spillway, dan itu jauh dari tubuh bendungan.

Lalu ketiga, potensi longsor tersebut sudah teridentifikasi sebelumnya karena sudah terlihat retakan sehingga diputuskan segera ditangani dengan perkuatan dental concrete.

Keempat, saat persiapan penggalian untuk perkuatan dengan dental concrete terjadi longsor tersebut yang seyogyanya memang akan digali dan dibuang.

Kelima, terlihat pada gambar terlampir, area longsor ditandai dengan kotak merah, dan yang ditandai dengan lingkaran kuning merupakan timbunan yang dibuat sebagai akses dan dudukan alat berat untuk melaksanakan dental concrete agar dinding dan lantai beton spillway tidak rusak.

“Dan keenam, oknum yang mengambil gambar dan video di lokasi terlihat mendramatisir dengan cara mengambil gambar atau video dari belakang tumpukan tanah yang segaja dibuat untuk akses dan dudukan alat berat seolah-olah tanah tersebut merupakan material longsor,” jelas PPK.

Sementara, Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa dirinya sudah komunikasi dengan Kepala Balai.

“Saya sudah komunikasi dengan Kepala Balai, dan informasi dari Kepala Balai bahwa itu sisi luar sebelah kiri spill way, dan itu jauh dari tubuh bendungan. Dan itu sudah ditangani,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, Dirjen SDA membenarkan, bahwa kerusakan bukan pada konstruksi inti, tapi hanya disudut yang tidak berpengaruh terhadap bendungan dan sudah dalam perbaikan

“Itu kata dirjen SDA,” ungkap Ridwan Bae saat dikonfirmasi. (SS/Mita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!