KOLAKA, SULTRASATU.COM – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, SH., M.H menghadiri kegiatan gala dinner dalam rangka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2027 yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Kolaka, Minggu (4/5/2026) malam.
Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Konut, Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd, Ketua TP-PKK Konut sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sultra, Hj. Wisra Wastawati Ikbar, S.Tr., Keb.,M.Kes dan jajaran OPD lingkup Pemda Konut.
Gala Dinner menjadi bagian dari rangkaian agenda dua hari pelaksanaan Musrenbang RKPD yang mempertemukan seluruh kepala daerah dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara di Kabupaten Kolaka selaku tuan rumah.
Suasana gala dinner berlangsung hangat dan penuh keakraban, dengan seluruh tamu undangan mengenakan pakaian batik sebagai simbol kebersamaan dan kekayaan budaya daerah.

Acara dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, anggota DPR RI Dapil Sultra, anggota DPD RI Dapil Sultra, para bupati dan wali kota, pimpinan DPRD, Forkopimda, serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup provinsi maupun kabupaten/kota se-Sultra.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka mengatakan, pelaksanaan Musrenbang menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dari tingkat bawah.
Menurutnya, selama ini pola penganggaran cenderung lebih mengutamakan pendekatan top-down, di mana program ditentukan dari tingkat atas. Namun, melalui Musrenbang, arah kebijakan tersebut mulai diarahkan untuk memberi ruang lebih besar pada pendekatan bottom-up.
“Dengan adanya Musrenbang ini kita bisa mengakomodir masalah-masalah yang ada dari bawah. Biasanya anggaran itu lebih banyak mengutamakan top-down, tetapi pada kesempatan ini kita akan membuka akses agar bottom-up lebih diutamakan,” katanya.

Andi Sumangerukka bilang, pendekatan bottom-up dinilai penting karena masyarakat yang berada langsung di lapangan dinilai lebih memahami kondisi riil serta kebutuhan yang paling mendesak. Sementara, pemerintah di tingkat atas hanya melihat dari sudut pandang umum tanpa merasakan langsung kondisi di lapangan.
“Kenapa demikian? Karena mereka lebih tahu dari pada kita. Kita melihat dari atas, mereka melihat langsung di lokasi, sehingga mereka pasti lebih memahami apa yang paling dibutuhkan,” lanjutnya.
Melalui Musrenbang, pemerintah berkomitmen menjadikan forum ini sebagai ajang strategis untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Bahkan, diharapkan porsi kebijakan berbasis top-down dapat ditekan hingga sekitar 30 persen saja, sementara sisanya lebih mengedepankan usulan dari masyarakat.
“Dengan adanya Musrenbang ini, kita berharap aspirasi masyarakat benar-benar terserap, sehingga bisa mengurangi suara-suara yang mengira adanya kelalaian,” tegasnya.

Andi Sumangerukka juga menyampaikan, pola pembangunan ke depan tidak lagi didominasi pendekatan top-down. Pemprov Sultra menargetkan sekitar 70 persen perencanaan pembangunan berasal dari aspirasi masyarakat di tingkat bawah, sementara porsi kebijakan dari atas ditekan menjadi 30 persen.
Sementara Bupati Kolaka, H. Amri, S.STP., M.Si menyampaikan rasa terima kasih karena menjadi tuan rumah Rakortek Bangda dan Musrenbang Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurutnya, itu adalah sebuah kepercayaan sekaligus amanah besar bagi Kabupaten Kolaka.
“Sebagai tuan rumah, kami ingin mempersembahkan Kolaka bukan hanya sebagai tempat pertemuan. Kami ingin menjadikan Kolaka sebagai etalase potensi daerah. Melalui forum ini, mari kita jadikan seluruh potensi tersebut sebagai kekuatan kolektif untuk kemajuan Sulawesi Tenggara,” tutupnya. (Edy)













