Advertorial

Bupati Ruksamin Jadi Narasumber dalam Program Inspirasi Pagi TvOne

Redaksi Sultrasatu
1412
×

Bupati Ruksamin Jadi Narasumber dalam Program Inspirasi Pagi TvOne

Sebarkan artikel ini
Bupati Ruksamin (kiri) jadi narasumber di program Inspirasi Pagi TvOne. 

JAKARTA, SULTRASATU. COM- Bupati Konawe Utara (Konut) Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si, IPU., ASEAN.Eng menjadi narasumber dalam program Inspirasi Pagi tvOne, yang berlangsung di Studio tvOne, Jakarta, Selasa (10/09).

Dalam talkshow tersebut, Bupati Ruksamin memaparkan program unggulan dan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Konawe Utara selama dua periode kepemimpinannya, dibagi dalam tiga segmen.

Pada segmen pertama, Bupati Ruksamin membahas pembangunan infrastruktur pendidikan di Konawe Utara.

BACA JUGA:  Bupati Ruksamin Hadiri Kunjungan Kerja Menteri Pertanian di Kabupaten Konawe

Ia menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan, seperti penyediaan sarana smart class di sekolah-sekolah , peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, hingaa fasilitas laptop bagi semua guru.

Segmen kedua, membahas terkait program Beasiswa Konasara Smart, yang memberikan fasilitas SPP gratis bagi mahasiswa asal Konawe Utara.

Saat ini, lebih dari 2.200 mahasiswa dari Konawe Utara tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia hingga manca negara.

BACA JUGA:  Sosok Harmin Ramba, Dari Camat hingga Penjabat Bupati Konawe

Selain itu, Bupati juga membahas Program Pemanfaatan lahan pekarangan yang diperkuat dengan aplikasi Pak Tani Konasara.

Aplikasi ini memudahkan petani dalam mengakses informasi dan bantuan yang dibutuhkan, sehingga produktivitas pertanian di Konawe Utara terus meningkat.

Segmen terakhir, bupati menyampaikan terkait program pemberdayaan UMKM yang mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2016 diawal kepemimpinannya jumlah UMKM 1.261 tahun 2023 menjadi 4.449.

BACA JUGA:  Salurkan BLT-DD Tahap I 2025, Kades Tambosupa Berharap Penerima Dapat Memanfaatkan dengan Baik

Di akhir talkshow, Bupati Ruksamin menyampaikan keberhasilan Konawe Utara dalam menurunkan angka stunting.

Prevalensi stunting berhasil ditekan dari 11,2 persen pada 2020 menjadi hanya 6 persen pada 2023, jauh di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 10,5 persen dan nasional 21,6 persen. (SS/Ed)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow