Nasional

HPN 2026, Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Pers

Redaksi
203
×

HPN 2026, Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Pers

Sebarkan artikel ini
Puncak peringatan HPN 2026 di Serang, Banten.

BANTEN, SULTRASATU.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diwakilkan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (9/2/2026).

Turut hadir jajaran pejabat tinggi negara, pimpinan lembaga, kepala daerah, serta insan pers dari berbagai daerah. Kehadiran para menteri dan pimpinan lembaga negara menunjukkan dukungan kuat pemerintah terhadap peran pers sebagai pilar demokrasi dan mitra pembangunan nasional.

Muhaimin Iskandar mewakili Presiden Prabowo pada puncak peringatan HPN 2026

Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa kehadirannya mewakili Presiden Prabowo Subianto, yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan lain. Ia juga menyampaikan permohonan maaf serta salam hormat Presiden kepada seluruh insan pers Indonesia.

BACA JUGA:  Silaturahmi Bersama Partai KIM di Hambalang, Bupati Koltim Terpilih Naik Ojek ke Lokasi

Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2026 dari Presiden sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga kualitas informasi bagi masyarakat.

“Beliau menyampaikan selamat Hari Pers Nasional tahun 2026 dan penghargaan setinggi-tingginya kepada insan pers Indonesia atas dedikasi kepada bangsa dan negara,” ujar Cak Imin.

Suasana pelaksanaan puncak HPN 2026 di Banten

Ia menegaskan bahwa kualitas pers tetap menjadi penentu utama arah demokrasi dan masa depan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.

Menurut Cak Imin, dunia saat ini tidak hanya bergerak, tetapi dinavigasi oleh informasi, data, dan algoritma. Dalam kondisi tersebut, jurnalisme memiliki peran krusial sebagai penjaga batas antara fakta dan rekayasa melalui proses verifikasi yang beretika.

BACA JUGA:  Soal Coretan di Polres Luwu, Kapolri Sudah Instruksikan Kadiv Propam untuk Dalami

“Jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menyampaikan bahwa meskipun masyarakat saat ini banyak menikmati konten media sosial yang bersifat sensasional, mereka tetap membutuhkan media arus utama sebagai rujukan informasi yang akurat dan terpercaya.

“Hasil penelitian menunjukkan masyarakat menikmati media sosial yang menyajikan sensasi. Namun ketika ditanya apa yang dicari, jawabannya adalah media mainstream. Media arus utama tetap menjadi referensi masyarakat,” kata Komaruddin.

BACA JUGA:  Sejumlah Pemimpin Tiba di Bali untuk Hadiri KTT G20

Dalam mendukung tata kelola ruang digital yang sehat, pemerintah pusat juga tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) terkait penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kinerja jurnalistik. Proses penyusunan regulasi tersebut saat ini masih dalam tahap penelaahan di Kementerian Hukum sebagai bagian dari upaya menjaga etika, profesionalisme, dan keberlanjutan industri media.

Isu kecerdasan artifisial dan literasi digital tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tugas Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) sebagai leading sector pembangunan kepemudaan dan peningkatan prestasi olahraga di Indonesia.(Ed)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow