KONAWE SELATAN,SULTRASATU.COM – Komitmen menjaga kelestarian alam dan menyejahterakan warga lingkar hutan ditegaskan kembali oleh Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Jaelani, S.IP., M.Si. Hadir langsung di tengah masyarakat Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Jaelani menyerap berbagai aspirasi krusial warga lokal, Kamis (30/7/2026).
Momen tersebut berlangsung dalam giat Penyadartahuan Kerusakan Hutan yang diinisiasi oleh Balai Gakkumhut Wilayah Sulawesi. Mengusung tema “Kolaborasi Garis Depan, Menjaga Kawasan Hutan Melalui Kesadaran Hukum dan Peran Aktif Masyarakat”, forum ini tak sekadar jadi ajang sosialisasi, melainkan ruang dialog interaktif antara wakil rakyat dan warga dari empat desa di Kecamatan Moramo.
Dalam tatap muka tersebut, warga menyampaikan sederet persoalan mendesak, terutama terbatasnya alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sulitnya akses sarana air bersih dua kebutuhan vital yang amat menentukan produktivitas dan kesejahteraan mereka sehari-hari.

Merespons jeritan warga, Jaelani menegaskan komitmennya untuk langsung pasang badan dan mengawal kebutuhan tersebut di level pusat melalui fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran di Senayan.
”Kami akan berupaya maksimal membantu kebutuhan masyarakat, khususnya alsintan dan sarana air bersih di Kecamatan Moramo. Aspirasi hari ini bukan sekadar catatan, tapi akan kami perjuangkan secara konkret sesuai kewenangan di DPR RI,” tegas Jaelani di hadapan ratusan warga yang hadir antusias.

Tak hanya bicara soal kesejahteraan petani, politisi PKB ini juga menekankan pentingnya menjaga benteng pertahanan alam Indonesia. Menurutnya, Komisi IV DPR RI terus mendorong kebijakan lingkungan yang adil, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada kemaslahatan masyarakat sekitar kawasan hutan.
”Menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita rawat dan lindungi kawasan hutan kita demi keberlangsungan lingkungan hidup serta masa depan generasi mendatang,” lugasnya.
Jaelani menggarisbawahi bahwa kunci sukses perlindungan hutan terletak pada kolaborasi yang solid antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat lokal.
Sinergi kuat itu pun tercermin dari hadirnya jajaran unsur Koramil Moramo, Kepala Balai Gakkumhut Wilayah Sultra, perwakilan BKSDA Sultra, Kapolsek Moramo, KPH Gularaya, hingga para kepala desa se-Kecamatan Moramo.

Melalui giat edukatif ini, diharapkan lahir kesadaran kolektif untuk menekan perambahan hutan, sekaligus mewujudkan keseimbangan nyata antara pelestarian alam dan peningkatan ekonomi warga di sekitar kawasan, (Edy)











