NewsPemerintahan

Bupati Konawe Utara Hadiri Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025: Dorong Akses Keuangan Merata untuk Masyarakat Sejahtera

Redaksi Sultrasatu
651
×

Bupati Konawe Utara Hadiri Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025: Dorong Akses Keuangan Merata untuk Masyarakat Sejahtera

Sebarkan artikel ini
Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H.,M.H bersama Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumanggeruka, saat menghadiri kegiatan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2025 di Lapangan Eks MTQ Kendari. Sabtu (25/10/2025).

KENDARI, SULTRASATU.COM – Semangat inklusi keuangan menggema di Lapangan Eks MTQ Kendari tatkala ratusan peserta dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2025. Acara ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendorong pemerataan akses layanan keuangan hingga pelosok negeri. Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan yang bertajuk “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumanggeruka, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Anggota DPD RI, Leli Andria Surunuddin, FORKOPIMDA Sultra, Kepala OJK Sultra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Sultra, dan Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra.

Turut hadir Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., yang datang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Konut. Kehadirannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program nasional inklusi keuangan yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., menegaskan bahwa gerakan inklusi keuangan merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.

Komitmen Pemerintah Daerah: Akses Keuangan untuk Semua

Dalam wawancara usai kegiatan, Bupati H. Ikbar menegaskan bahwa gerakan inklusi keuangan merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.

“Pemerintah Daerah Konawe Utara terus berkomitmen mendukung program nasional dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Inklusi keuangan adalah kunci pemberdayaan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan di daerah pedesaan,” ujar H. Ikbar dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, pemerintah daerah telah dan akan terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga keuangan seperti bank daerah, koperasi, lembaga mikro, dan BUMDes. Tujuannya adalah memastikan agar masyarakat di desa-desa terpencil tidak tertinggal dalam mengakses layanan keuangan yang mudah, cepat, dan aman.

Langkah ini juga menjadi bagian integral dari visi besar pembangunan daerah yakni “Konawe Utara sebagai Rumah Bersama yang Semakin Maju dan Sejahtera.”

 

Meningkatkan Literasi Keuangan di Tingkat Desa

Bupati Ikbar menekankan bahwa perluasan akses keuangan tidak akan maksimal tanpa peningkatan literasi keuangan di kalangan masyarakat. Banyak warga yang belum memahami pentingnya menabung di lembaga resmi, mengatur pengeluaran, atau memanfaatkan fasilitas pembiayaan usaha dari bank dan koperasi.

“Kita ingin setiap warga Konawe Utara mampu mengelola keuangannya dengan baik, memahami manfaat menabung, investasi, hingga akses pembiayaan usaha. Semua ini akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Pemerintah daerah pun aktif melibatkan perangkat desa, pendamping BUMDes, dan kelompok perempuan dalam kegiatan edukasi keuangan. Program ini difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk jasa keuangan formal seperti tabungan, asuransi, dan pinjaman usaha produktif.

Sinergi Daerah dan Lembaga Keuangan

Di bawah kepemimpinan H. Ikbar, Konawe Utara terus memperkuat kerja sama dengan lembaga keuangan daerah. Bank Sultra, BRI, BNI, serta koperasi desa menjadi mitra strategis dalam memperluas jangkauan layanan keuangan digital dan non-digital.

Selain itu, BUMDes di berbagai kecamatan didorong menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui penyediaan akses permodalan mikro dan transaksi digital. Upaya ini dinilai efektif dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat dari bawah.

“Kita tidak hanya ingin masyarakat punya akses, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara produktif. Dengan begitu, masyarakat desa bisa naik kelas dan berdaya saing,” terang Bupati Ikbar.

Momentum Nasional untuk Daerah

Acara puncak BIK 2025 ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan. Berbagai kegiatan edukasi seperti expo produk UMKM, talkshow literasi keuangan, layanan pembukaan rekening gratis, dan konsultasi perbankan turut digelar di lokasi acara.

Pantauan sultrasatu.com, masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan usaha.

Gubernur Sultra dalam sambutannya juga mengapresiasi langkah para kepala daerah yang aktif dalam mendukung program inklusi keuangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, terutama di tingkat kabupaten dan kota.

Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Daerah

Bupati H. Ikbar berharap agar kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Semakin tinggi literasi dan inklusi keuangan masyarakat, semakin kuat pula pondasi ekonomi daerah menuju Indonesia yang maju dan mandiri,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, untuk membiasakan diri menabung, berinvestasi, dan mengelola keuangan secara bijak. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti menabung di bank atau bergabung dengan koperasi dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi keluarga.

Bupati H. Ikbar saat berada di lokasi kegiatan di kawasan eks MTQ Kendari, Sabtu (25/10/2025).

Dari Konawe Utara untuk Indonesia

Konawe Utara kini menempatkan inklusi keuangan sebagai bagian dari agenda besar pembangunan ekonomi daerah. Dengan dukungan berbagai pihak, terutama sektor perbankan dan industri jasa keuangan, pemerintah daerah optimis mampu mewujudkan pemerataan akses keuangan yang inklusif.

Bupati H. Isbar bilang, langkah-langkah nyata seperti program “Satu Rekening Satu Warga”, pelatihan literasi keuangan di sekolah, dan penguatan kapasitas BUMDes menjadi bukti bahwa Konawe Utara serius membangun masyarakat yang sadar dan cerdas finansial.

“Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, diharapkan gerakan inklusi keuangan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan memperkokoh fondasi pembangunan berkelanjutan,”pungkasnya

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow
BACA JUGA:  IJTI Kecam Kriminalisasi 2 Jurnalis di Sultra oleh Polres Baubau