Potret Gemerlapnya Kehidupan Malam di Kendari

Gemerlapnya kehidupan malam memang saat ini telah menjamur tak hanya di kota-kota besar, melainkan juga sudah merambah ke kota kecil seperti Kendari. Dengan menawarkan berbagai sajian menu hiburan, tempat-tempat semacam itu kini begitu digandrungi dan mampu menarik banyak sekali pengunjung.

Daya tarik gemerlapnya kehidupan malam di Kendari

dunia malam 1

Berkat bisnis hiburan malam di Kota Kendari yang kian hari kian bergairah dan berkembang secara pesat, menjadikan para pelaku usaha entertaiment memiliki peluang besar untuk berekspansi di kota kecil ini. Bahkan beberapa tempat hiburan malam di Kendari menyediakan paket komplit yang bisa disesuaikan dengan karakter dari si penikmat hiburan malam.

Mulai dari fasilitas karaoke, area clubbing, tempat nongkrong seperti lounge, layanan spa, serta tak ketinggalan penginapan dengan berbagai tipe pilihan kamar. Mungkin hanya tempat perjudian yang sulit ditemukan disini. Lagipula saat ini popularitas situs judi online dengan aneka jenis permainannya sudah sangat mudah dilakukan oleh siapapun dimanapun.

dunia malam 2

Tak ketinggalan, ruang untuk clubbing juga dibuat senyaman dan secozy mungkin, dengan desain interior yang begitu memikat. Para pengunjung juga bisa menikmati penampilan para DJ sembari mendengarkan hiburan musik. Hal tersebut tentu bertujuan agar para penikmat hiburan malam bisa merasa enjoy dan menikmati malamnya dengan rasa suka cita diiringi hentakkan musik yang dimainkan oleh para DJ profesional.

Sementara untuk area karaoke, pihak pengelola sengaja mendesain masing-masing ruangan dengan tema tematik dan dapat menampung 15 sampai 20 orang pengunjung. Selain itu masing-masing room karaoke juga menyediakan minibar serta seorang wanita pemandu lagu. Dan supaya para penikmat hiburan malam semakin terpikat, pengelola juga menawarkan berbagai diskon menarik.

Dampak buruk budaya kehidupan malam

dunia malam 3

Tak hanya menjadi peluang bisnis bagi segelintir kalangan yang membuat hiburan malam sebagai alat untuk mencari pundi-pundi keuntungan, nyatanya budaya yang terus dipopulerkan tersebut memiliki dampak buruk yang sangat besar, lantaran pada akhirnya akan berujung pada free seks, money, serta perilaku seseorang yang semakin bebas dan kadang kala berubah menyimpang.

Meskipun secara kasat mata gemerlapnya kehidupan malam di Kota Kendari terlihat begitu menarik. Namun seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dampat negatif yang diciptakan pun begitu besar. Orang-orang sudah tidak lagi peduli dengan norma maupun aturan agama. Asalkan pundi-pundi di rekening semakin bertambah banyak, mereka seolah acuh tak acuh telah merusak moral masyarakat dan generasi muda.

Contohnya saja di salah satu kawasan pantai Kendari yang saat ini telah beralih fungsi dari destinasi wisata menjadi area hiburan malam, di mana para pemuda-pemudi, remaja belasan tahun begitu bebas bercengkerama dengan lawan jenis di bibir-bibir pantai. Tak lagi ambil pusing dengan ramainya lalu lalang kendaraan yang hilir mudik di depan mata.

Dengan semakin bebaskan pola pikir manusia, mereka seolah bisa memperoleh gairah untuk menjalani hidup yang lebih menyenangkan. Membuat norma dan aturan-aturan agama tidak lagi penting, benar-benar memprihatinkan.

Hal yang perlu dilakukan agar tidak terjerumus ke dalam gemerlapnya dunia malam

Jika tak ingin diri sendiri ataupun anggota keluarga sampai terjerumus ke dalam gemerlapnya dunia malam yang memiliki banyak sekali efek buruk, ada baiknya bila mulai dari sekarang kita membentengi diri sendiri dan orang-orang terdekat dengan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Selain itu, terus mengingatkan pada orang sekeliling dampat buruk apa saja yang akan didapat bila terjerumus ke dalam sana juga merupakan sesuatu yang penting. Karena dengan begitu mereka akan sadar bahwa hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik dan sama sekali tidak memiliki manfaat.

Cuma Adventurer Sejati yang Tahu 5 Spot Wisata Di Kendari Ini

Mimpi ke Raja Ampat atau ke Maldives tapi terkendala budget? Jangan khawatir, selama ada kota Kendari kamu masih bisa senang-senang dengan sensasi liburan yang tidak kalah mewah dan seru.

Di kendari ada banyak sekali objek wisata yang bisa kamu kunjungi dan tentunya Instagramable. Bahkan tidak sedikit dari daftar wisata ini yang masih jarang diketahui orang banyak.

Spot Wisata Di Kota Kendari yang Paling Instagramable dan Iconic

Pulau Bokori

Pulau Bokori adalah pulau kecil dengan hamparan pasir putih yang sangat indah. Pulau ini terletak di kabupaten Konawe. Meskipun dikenal sebagai pulau kecil, namun fasilitasnya sudah cukup memadai dengan didirikannya villa, gazebo, toilet umum hingga lapangan volley pantai. Tersedia jajaran toko souvenir dan restauran yang bisa dinikmati pengunjung di sela istirahat saat liburan. Bahkan kamu bisa ber-snorkling ria atau menikmati banana boat bersama teman-teman kamu disini.

Untuk pergi ke Pulau Bokori, kamu cukup menempuhnya 15 menit saja dari Kendari dan menyewa perahu kisaran Rp. 200.000. Oh ya, parkir mobil di sini relatif dengan kisaran Rp. 10.000.

Air Terjun Moramo

air terjun moramo

Dibandingkan dengan Pulau Bokori, air terjun Moramo lokasinya sedikit jauh dari Kota Kendari, yaitu 65km. Belum lagi rute yang harus ditempuh sepanjang 1,2 km dari tempat parkir menuju lokasi air terjun serta jalan setapak yang basah juga licin bila hujan turun. Namun demikian, kesulitan akses ini bisa dibayar lunas saat sudah sampai di lokasi wisata. Air terjunnya sangat segar dan layak untuk dijadikan lokasi berfoto.

Untuk masuk ke lokasi air terjun Moramo, pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp. 10.000 saja dan sudah bisa menikmati keindahan alam di sana.

Mangrove Lahundape

mangrove lahundape

Kalau di Jakarta sudah ada hutan Mangrove, di Kendari juga ada Mangrove Lahundape yang sempat menjadi lokasi wisata paling hits di sini 2016 lalu. Pasalnya lokasi ini sangat Instagramable dan segar untuk dinikmati. Sampai sekarang, sudah 500 meter lebih tracking mangrove yang terbagi dalam dua jalur. Jadi wisatawan bisa berjalan-jalan menikmati udara segar.

Pulau Tomia

tomia

Menikmati keindahan kota Kendari tidak lengkap kalau tidak mampir ke Pulau Tomia. Pulau ini merupakan gugusan pulau Tukang Besi yang berlokasi di Wakatobi, Kendari. Tepatnya di sebelah selatan Pulau Kaledupa dan juga berdekatan dengan Pulau Binongko.

Keindahan yang paling mencolok dari Kepulauan Tomia ini adalah airnya yang jernih dengan keindahan terumbu karang dan kekayaan hewani yang ada di dalamnya. Sebagai jajaran kepulauan Wakatobi, praktis Pulau Tomia masuk dalam serangkaian Segitiga Karang Duni, Cagar Biodiversity Bumi serta Surga Nyata Bawah Laut yang tak bisa terelakkan. Kamu juga bisa menikmati Karang Atol paling panjang di dunia yang terhampar di Pulau Kaledupa dengan luas 48 km persegi.

Pulau Labengki

Pulau Labengki menjadi salah satu pulau yang memiliki keindahan tak terduga. Sayangnya pulau ini masih belum begitu diekspos sehingga masih banyak yang kurang tahu. Bahkan beberapa pengunjung mengulas di Trip Advisor dengan menyamakannya dengan keindahan Raja Ampat.

Pulau ini bisa dijangkau dari Kota Kendari melalui darat selama 1 jam, menuju Toli-Toli. Dari Toli-Toli, perjalanan harus menggunakan selama 3 jam untuk sampai di sana. Memang lama, dan belum ada fasilitas yang memadai untuk ke sana. Untuk menginap pun di sarankan di Posko Tim Konservasi. Namun demikian, keindahan Pulau Labengki ini benar-benar membuat mata takjub dan terbayar dengan segala kesulitan pergi ke sana. Cocok buat kamu yang memiliki jiwa Petualang.

Nah, bagaimana? Ada yang sudah pernah kamu kunjungi spot wisata Kendari di atas?

 

Sejarah Singkat Mengenai Provinsi Sulawesi Tenggara

provinsi sulawesi tenggara

Setiap provinsi di Indonesia memiliki keunikan dan juga sejarahnya masing masing. Hal ini berlaku juga pada salah satu provinsi di Indonesia di pulau Sulawesi. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki catatan perkembangan dan sejarah yang cukup kompleks. Untuk teman teman pembaca sekalian yang penasaran dengan sejarah dari provinsi Sulawesi tenggara mulai dari berdirinya dan bagaimana perkembangannya sampai sekarang, berikut adalah beberapa penjelasannya.

Sejarah Berdirinya Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan beberapa literasi

kantor gubernur sulawesi tenggara

Pertama tama perlu diketahui bahwa sejarah Provinsi Sulawesi Tenggara bisa ditemukan pada beberapa tulisan seperti yang ada di buku A Ligtvoet yang berjudul “Beschrijving en Geschiedenis Van Buton” pada 1877 yang  menyebutkan jazirah Sulawesi Tenggara dengan Het Zuidoostelijk Schiereiland Van Celebes. Selain itu juga ada Doctor Paul dan Frits Sarasin, dua bersaudara ini merupakan orang Eropa pertama yang mengunjungi daerah ini dan menuliskannya ke dalam buku yang berjudul “Reise von der Miengkoka Baai nach Kendari, Zuidoost Celebes” pada tahun 1903. Ini membuktikan bahwa Celebes Tenggara atau Sulawesi tenggara menjadi sebuah istilah geografis yang telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu.

Tidak hanya itu saja, H.Van Her Klift yang merupakan seorang pendeta yang pernah tingggal di Mowewe, menulis dua buah bukunya yang masing – masing diberi judul “De Ontwikeling Van het Zendingwerk op Zuil Oost-Celebes” pada tahun 1918 dan buku yang kedua berjudul “huidege Stand Van het Zeendings op Zuid Oos-Celebes” pada 1925, semuanya diketahui telah menggunakan nama “Sulawesi Tenggara” untuk menunjuk wilayah ini. Selain itu hal ini juga diperkuat oleh bukti historis lain seperti buku yang diberi judul “Een en Ander Over Tolaki van Mekongga ( Zuidoost Celebes ) atau yang bisa diterjemahkan menjadi semua tentang masyarakat Tolaki dari Mekongga, sulawesi tenggara. Kemudian ada juga buku yang berjudul “Die Sunda Expedition” jilid satu yang diterbitkan di Frankfurt pada tahun 1911 oleh Dr. Johanes Elbert

Sejarah perkembangan Provinsi Sulawesi Tenggara

sulawesi tenggara

Pada awalnya Sulawesi Tenggara lebih dikenal sebagai kabupaten di provinsi Sulawesi selatan. Akan tetapi semua berubah sejak masa orde lama khususnya tahun 1959 dengan adanya pemekaran kabupaten berdasarkan undang undang no 29. Dengan adanya tambahan undang undang ini maka provinsi ini berkembang menjadi empat kabupaten, yaitu Kendari, Buton, Kolaka, dan Muna, dengan Kendari sebagai ibukotanya. Meskipun memiliki beberapa kota, Sulawesi tenggara saat itu masihlah tersebut sebagai sebuah kabupaten.

Perkembangan kabupaten menjadi provinsi ini akhirnya terealisasikan pada tanggal 27 april tahun 1964. Pada tahun tersebut terjadi serah terima wilayah kekuasaan dari gubernur kepala untuk provinsi Sulawesi selatan tenggara colonel infantri A.A Rifai kepada pejabat J.Walong. dengan adanya penyerahan tersebut maka dengan resmi bahwa Sulawesi tenggara menjadi sebuah provinsi atau daerah tingkat 1 dan terpisah dari provinsi Sulawesi Selatan seperti yang dulu. Pembangunan dari provinsi ini cukup pesat dan berubah ubah. Dimana tahun 1995 atau pada masa orde baru provinsi ini membentuk satu kota lagi yang merupakan pemekaran kabupaten kendari. Sampai pada masa reformasi dimana kini Sulawesi tenggara memiliki 15 kabupaten dan 2 kota besar yaitu kendari dan baubau.

Dan itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai sejarah singkat provinsi Sulawesi tenggara ini. Provinsi Sulawesi tenggara ini memang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan sejarah berdiri yang cukup kompleks. Dan sebagai warga Negara Indonesia tentu saja sangat baik apabila kita mengetahui mengenai sejarah dari salah satu provinsi di Indonesia ini. Dengan demikian maka kita bisa lebih menghargai keberadaan dan juga keragaman budaya di Indonesia. Tentu saja, semoga beberapa informasi mengenai sejarah berdirinya dan juga berkembangnya salah satu provinsi penting di Indonesia ini bisa membuka cakrawala kita dan juga memberikan pengetahuan yang berharga untuk kita kelak nantinya.